Traffic
Online 1
Today 38
Yesterday 70
Total 5,147
Link copied to clipboard!
Student Milestone • Aug 04, 2026

Keseruan Sharing Session Bareng KBRI

Roisul Hikam
Software Engineering at IDN

Keseruan Sharing Session Bareng KBRI

Halo, perkenalkan nama saya Roisul Hikam. Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan pengalaman dan keseruan saat mengunjungi KBRI bersama teman-teman dari SMK IDN Bogor dalam rangka Program IDN Immersion 2026.

Pada tanggal 4 Agustus, kami memiliki agenda mengunjungi KBRI yang berada di 50 Ngo Quyen Street, Hanoi. Jarak dari penginapan menuju KBRI sekitar 15 menit jika kondisi jalan tidak macet. Untuk menuju ke sana, kami menggunakan Green SM, yaitu aplikasi transportasi online yang mirip seperti Gojek di Indonesia.

Sesampainya di sana, kami langsung berfoto bersama di depan gedung KBRI sebagai dokumentasi kegiatan. Setelah semua kelompok berkumpul, kami mendapat sedikit pengarahan mengenai rangkaian acara yang akan kami ikuti.

Tidak lama kemudian, pihak KBRI mempersilakan kami masuk ke dalam gedung. Bangunannya terlihat sangat besar, bersih, dan nyaman. Di dalamnya juga terdapat musala yang digunakan oleh para pegawai untuk melaksanakan salat. Setelah itu, kami diarahkan menuju Ruang Garuda, yaitu ruang rapat yang biasa digunakan untuk mengadakan sharing session dengan para tamu.

Begitu memasuki ruangan, suasananya terasa sangat sejuk dan nyaman. Rasanya benar-benar menyegarkan karena saat itu cuaca di Hanoi sedang sangat panas. Kami juga disambut dengan berbagai jajanan pasar khas Indonesia yang membuat saya langsung teringat dan rindu dengan suasana di tanah air. Selain itu, pihak KBRI juga menyediakan kopi dan teh untuk kami nikmati sebelum acara dimulai.

Sharing session kemudian dibuka oleh Ibu Susanti yang mewakili pihak KBRI karena Bapak Duta Besar sedang memiliki agenda lain. Beliau menjelaskan banyak hal tentang hubungan Indonesia dan Vietnam. Salah satunya adalah kedua negara sama-sama meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa Indonesia dan Vietnam telah memiliki hubungan yang baik sejak lama.

Beliau juga menjelaskan perkembangan ekonomi Vietnam dan membandingkannya dengan Indonesia. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai sekitar 8%, sedangkan Indonesia berada di angka sekitar 5%.

Walaupun begitu, Indonesia masih memiliki peluang yang sangat besar untuk terus berkembang. Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah sekitar 5,1 juta kilometer persegi dan memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Sementara itu, Vietnam memiliki luas wilayah sekitar 331 ribu kilometer persegi.

Meskipun wilayahnya lebih kecil, Vietnam mampu berkembang dengan sangat baik di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Mereka tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terus mengembangkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), engineering, jaringan komputer, dan berbagai bidang lainnya.

Dari penjelasan tersebut saya belajar bahwa besar atau kecilnya suatu negara bukanlah penentu keberhasilan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakatnya mampu terus belajar, berinovasi, dan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Negara seperti Singapura, Vietnam, dan Malaysia menjadi contoh bahwa negara yang tidak terlalu luas pun dapat berkembang menjadi negara maju. Indonesia tentu memiliki peluang yang lebih besar lagi karena memiliki lebih dari 17.000 pulau dan sumber daya alam yang sangat melimpah.

Setelah sesi pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dari para siswa. Bu Susanti bertanya kepada kami apakah ada yang ingin menceritakan pengalaman selama mengikuti Program IDN Immersion di Vietnam.

Teman pertama yang maju adalah Aiman, teman sekelas saya. Ia cukup sering mengikuti perlombaan tingkat internasional sehingga memiliki banyak pengalaman. Tahun lalu ia juga pernah mengikuti kompetisi di Vietnam, yaitu semacam Olimpiade Bahasa Inggris. Dari ceritanya, kami jadi mengetahui bagaimana pengalaman mengikuti perlombaan di luar negeri.

Selanjutnya ada Yugi dari kelas XI TKJ. Ia menceritakan berbagai pengalaman seru sekaligus menantang selama mengikuti Program IDN Immersion. Salah satu pengalaman yang paling ia ingat adalah ketika tangannya terluka karena baling-baling kipas di kamar dan tanpa sengaja merusakkan kloset duduk di kamar mandi. Namun, dari kejadian tersebut ia mendapatkan pelajaran bahwa kita harus lebih berhati-hati terhadap benda yang berbahaya dan selalu menggunakan fasilitas sesuai dengan fungsinya.

Setelah itu, giliran Aziz yang juga merupakan teman sekelas saya di XI RPL. Ia bercerita tentang keseruannya selama berada di Vietnam, mulai dari berjalan-jalan mengelilingi kota hingga mencoba berbagai makanan khas yang menurutnya sangat enak. Selain pengalaman menyenangkan, ia juga menceritakan beberapa kesulitan yang dialaminya selama mengikuti program ini.

Di akhir acara, Bu Susanti mengatakan bahwa beliau sangat senang mendengar cerita-cerita yang kami bagikan. Menurut beliau, setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang sulit, selalu memiliki pelajaran yang bisa dipetik. Setelah sharing session selesai, kami menutup kegiatan dengan berfoto bersama seluruh peserta dan pihak KBRI sebagai kenang-kenangan sebelum kembali ke penginapan.

Kunjungan ke KBRI ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya selama mengikuti Program IDN Immersion 2026. Selain mendapatkan banyak wawasan baru tentang hubungan Indonesia dan Vietnam, saya juga belajar bahwa pengalaman, kerja keras, dan semangat untuk terus berkembang adalah kunci agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Share this story

التعليقات (0)

لا توجد تعليقات بعد. كن أول من يعلّق!

Support this Journey

0
الإعجابات

Give a heart to support Roisul Hikam in their educational journey!

Discover More

Check out other projects and milestones from this student.

Full Portfolio
Tanya Kolaborasi / Sponsorship
Tanya Asisten AI
Tanya IDN Traveller

Asisten AI • Online