Traffic
Online 0
Today 140
Yesterday 113
Total 11,542
Link copied to clipboard!
Student Milestone • Aug 06, 2026

Vietnam Day 8

Muhammad Nuzul
Network Engineering at IDN

Hari Kedelapan Backpacker di Vietnam

Hari kedelapan menjadi hari yang paling saya tunggu sekaligus hari yang paling seru selama berada di Vietnam. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang lebih banyak diisi dengan kegiatan belajar dan sharing, kali ini kami memiliki agenda city tour untuk mengunjungi berbagai tempat wisata dan ikon terkenal di Kota Hanoi.

Seperti biasa, saya mengawali hari dengan melaksanakan salat Subuh dan mengikuti halaqah pagi bersama teman-teman. Setelah sarapan dan mempersiapkan perlengkapan, kami berkumpul di penginapan dan berangkat sekitar pukul 08.00 pagi. Semua peserta terlihat sangat antusias karena hari ini kami akan mengeksplorasi beberapa destinasi wisata yang selama ini hanya kami lihat melalui internet.

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Ba Đình Square, salah satu tempat paling bersejarah di Vietnam. Lapangan ini memiliki area yang sangat luas dan menjadi lokasi berbagai upacara kenegaraan. Dari Ba Đình Square, kami dapat melihat Makam Ho Chi Minh, yaitu tempat peristirahatan Presiden Ho Chi Minh, tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat Vietnam.

Ho Chi Minh dikenal sebagai pendiri Republik Demokratik Vietnam sekaligus pemimpin yang memimpin perjuangan kemerdekaan Vietnam dari penjajahan Prancis. Beliau juga memiliki peran besar dalam perjuangan penyatuan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Karena jasa-jasanya yang sangat besar bagi negara, jenazah Ho Chi Minh diawetkan dan disimpan di sebuah mausoleum yang hingga saat ini menjadi salah satu tempat bersejarah yang paling banyak dikunjungi wisatawan maupun masyarakat Vietnam. Melihat langsung bangunan makam tersebut membuat saya semakin memahami betapa besarnya penghormatan rakyat Vietnam terhadap sosok Ho Chi Minh.

Setelah puas berkeliling di kawasan Ba Đình Square, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi kedua, yaitu Temple of Literature (Văn Miếu - Quốc Tử Giám). Tempat ini merupakan salah satu situs bersejarah yang sangat terkenal di Hanoi sekaligus universitas pertama di Vietnam yang dibangun pada abad ke-11.

Saat memasuki kawasan Temple of Literature, saya langsung merasakan suasana yang tenang dan penuh nilai sejarah. Di dalam kompleks ini terdapat berbagai bangunan bergaya arsitektur tradisional Vietnam, taman yang tertata rapi, kolam, serta prasasti-prasasti kuno yang menceritakan perjalanan pendidikan di Vietnam. Kami banyak belajar mengenai sejarah perkembangan pendidikan, budaya, dan sistem ujian pada masa kerajaan Vietnam. Selain menjadi tempat wisata, lokasi ini juga sering dikunjungi oleh para pelajar dan mahasiswa yang berharap mendapatkan keberuntungan dalam pendidikan mereka.

Setelah selesai mengeksplorasi Temple of Literature, kami menuju Masjid Al-Noor untuk melaksanakan salat Zuhur. Masjid Al-Noor merupakan salah satu masjid yang cukup dikenal di Hanoi dan menjadi tempat berkumpulnya umat Muslim dari berbagai negara. Setelah melaksanakan salat, kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

Destinasi selanjutnya adalah kawasan Old Quarter, salah satu kawasan paling terkenal di Hanoi. Di tempat ini kami diberi waktu untuk mencari oleh-oleh serta menikmati berbagai makanan khas Vietnam. Jalanan Old Quarter dipenuhi toko-toko kecil yang menjual beragam suvenir seperti gantungan kunci, magnet kulkas, tas, pakaian, kopi Vietnam, hingga berbagai camilan khas. Suasananya sangat ramai karena dipenuhi wisatawan dari berbagai negara. Kami juga memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari makan siang sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah selesai berbelanja, kami menuju destinasi yang paling saya tunggu, yaitu Train Street Hanoi. Tempat ini sangat terkenal karena rel kereta api berada tepat di tengah permukiman warga dan diapit oleh berbagai kafe di sisi kanan dan kirinya. Saya tiba di Train Street sekitar pukul 16.00, sedangkan jadwal kereta berikutnya baru akan melintas pada pukul 17.00. Karena masih memiliki waktu sekitar satu jam, saya dan teman-teman menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan, menikmati suasana, mengambil foto, dan duduk di salah satu kafe sambil menunggu kereta datang.

Ketika waktu menunjukkan pukul lima sore, petugas mulai meminta seluruh pengunjung untuk menjauh dari rel kereta demi alasan keselamatan. Tidak lama kemudian terdengar suara klakson dari kejauhan yang menandakan kereta akan segera melintas. Suasana yang sebelumnya santai berubah menjadi penuh antusias. Saat kereta akhirnya lewat dengan jarak yang sangat dekat, pengalaman tersebut terasa sangat menegangkan sekaligus mengesankan. Tidak heran jika Train Street menjadi salah satu destinasi wisata paling viral di Hanoi.

Setelah dari Train Street, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir sebelum malam hari, yaitu Hoàn Kiếm Lake (Danau Hoan Kiem). Danau ini merupakan salah satu ikon Kota Hanoi dan menjadi tempat favorit masyarakat untuk bersantai maupun berolahraga.

Di tengah danau terdapat sebuah pulau kecil yang menjadi lokasi Kuil Ngọc Sơn (Ngoc Son Temple). Pulau tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu berwarna merah yang sangat ikonik bernama The Huc Bridge. Danau Hoan Kiem juga memiliki legenda terkenal mengenai seekor kura-kura raksasa yang dipercaya mengembalikan pedang ajaib kepada Kaisar Lê Lợi setelah Vietnam berhasil memperoleh kemerdekaan. Karena legenda tersebut, nama Hoàn Kiếm memiliki arti "Danau Pedang yang Dikembalikan".

Menjelang malam, sekitar pukul 20.00, kawasan sekitar Hoàn Kiếm Lake berubah menjadi semakin ramai karena adanya pasar malam. Di pasar malam tersebut terdapat sangat banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang, mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesori, suvenir khas Vietnam, hingga berbagai makanan dan minuman lokal. Suasananya sangat meriah dengan lampu-lampu yang menghiasi jalan serta banyaknya wisatawan yang datang untuk berbelanja maupun sekadar menikmati suasana malam di Hanoi. Kami menghabiskan cukup banyak waktu berjalan menyusuri setiap lorong pasar sambil melihat-lihat berbagai barang yang dijual.

Setelah puas menikmati suasana pasar malam, kami kembali menuju Masjid Al-Noor untuk memesan Green SM, layanan transportasi listrik yang cukup populer di Vietnam, sebagai kendaraan untuk kembali ke penginapan. Perjalanan hari itu terasa sangat melelahkan karena kami mengunjungi banyak tempat, tetapi rasa lelah tersebut terbayarkan dengan pengalaman luar biasa yang kami dapatkan.

Hari kedelapan menjadi hari yang paling berkesan selama berada di Vietnam. Dalam satu hari, saya dapat mengunjungi berbagai tempat bersejarah, mempelajari budaya dan sejarah Vietnam, merasakan pengalaman unik melihat kereta melintas sangat dekat di Train Street, menikmati keindahan Hoàn Kiếm Lake pada malam hari, hingga berbelanja di pasar malam yang sangat ramai. Semua pengalaman tersebut menjadi kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan selama mengikuti program backpacker di Vietnam.

Share this story

التعليقات (0)

لا توجد تعليقات بعد. كن أول من يعلّق!

Support this Journey

0
الإعجابات

Give a heart to support Muhammad Nuzul in their educational journey!

Discover More

Check out other projects and milestones from this student.

Full Portfolio
Tanya Kolaborasi / Sponsorship
Tanya Asisten AI
Tanya IDN Traveller

Asisten AI • Online