Traffic
Online 0
Today 10
Yesterday 299
Total 11,954
Link copied to clipboard!
Student Milestone • Sep 04, 2026

Menjelajahi Laos: Cerita Keseharian, Adaptasi, dan Kebersamaan di Vientiane

Muhammad Haidar Firdaus Rusmanta
Network Engineering at IDN
Foto tempat tinggal kami saat di Laos.

Memasuki hari-hari awal di Laos, kami mulai perlahan beradaptasi dengan lingkungan baru. Setelah perjalanan panjang dari Vietnam menuju Vientiane, rutinitas sederhana seperti menyiapkan makanan, mengatur waktu istirahat, salat, dan menyelesaikan tugas menjadi bagian penting dari keseharian kami. Walaupun berada di luar negeri, kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa. Justru, pengalaman sehari-hari di Laos menjadi pembelajaran langsung yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.

Vientiane memberikan kesan yang cukup berbeda dibandingkan Hanoi. Sebagai ibu kota Laos, kota ini tidak terlalu padat dan ramai. Di beberapa wilayah, masih terlihat lahan terbuka, sawah, serta bangunan yang sederhana. Suasana tersebut membuat Vientiane terasa lebih tenang dan dekat dengan kehidupan pedesaan. Setiap pagi, setelah sarapan, kami biasanya berjalan keluar untuk mengenali lingkungan sekitar, mencari kebutuhan sehari-hari, atau sekadar melihat aktivitas masyarakat lokal.

Salah satu hal yang paling kami perhatikan adalah makanan. Mencari makanan halal di Laos membutuhkan ketelitian lebih. Banyak produk impor berasal dari Thailand, China, dan Jepang, sementara kemasannya tidak selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kami harus memperhatikan bahan makanan, logo halal, dan asal produk sebelum membeli. Pengalaman ini membuat kami lebih mandiri dalam memilih makanan dan tidak mudah hanya mengandalkan tampilan kemasan.

Di tengah kegiatan tersebut, salah satu anggota rombongan mengalami masalah kesehatan berupa bentol-bentol pada kulit. Kami pun pergi ke rumah sakit di Vientiane. Pengalaman berobat di negara lain tidak mudah karena adanya kendala bahasa dan sistem rumah sakit yang berbeda. Kami harus berkomunikasi dengan bahasa Inggris sederhana, gerakan tangan, serta bantuan aplikasi penerjemah. Meski prosesnya cukup melelahkan, kebersamaan teman-teman menjadi hal yang sangat berarti karena kami saling membantu sejak mencari ruangan hingga membeli obat.

Saat upacara selesai, dilanjutkan penampilan.

Selain menjalani keseharian sederhana, kami juga mengikuti beberapa kegiatan penting. Salah satunya adalah upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di KBRI Laos. Mengikuti upacara 17 Agustus di negeri orang memberikan pengalaman yang sangat emosional. Lagu Indonesia Raya terasa lebih bermakna ketika dinyanyikan bersama warga Indonesia yang tinggal jauh dari tanah air. Acara tersebut juga dilengkapi pertunjukan budaya, makan bersama, dan sesi berbagi pengalaman.

Kami kemudian bertemu dengan teman-teman PPI Laos. Dari sesi sharing tersebut, kami belajar bahwa kehidupan mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak selalu mudah. Mereka harus beradaptasi dengan bahasa, makanan, budaya, dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun, mereka juga menunjukkan pentingnya komunitas sebagai tempat untuk saling membantu, berbagi informasi, dan menjaga rasa kebersamaan sebagai sesama orang Indonesia.

Kegiatan city tour memperkaya pengalaman kami selama berada di Vientiane. Kami mengunjungi Pha That Luang, salah satu simbol penting Laos yang terkenal dengan stupa berwarna emas. Kami juga sempat singgah ke Masjid Al-Azhar, bertemu dengan jamaah dan pengurus yang memiliki hubungan dekat dengan Indonesia. Di sana, kami melaksanakan salat berjamaah dan mendapat nasihat untuk tetap menjaga ibadah, sikap, serta nama baik Indonesia selama berada di luar negeri.

Perjalanan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kami sempat tersesat ketika hendak menuju museum dan harus mengubah tujuan perjalanan. Namun, momen seperti itu justru menjadi bagian dari cerita yang paling diingat. Setelah berkeliling kota, kami beristirahat di Parkson Mall sebelum menutup hari di kawasan Sungai Mekong. Malam di tepi sungai terasa hangat dengan suasana kuliner, penjual oleh-oleh, dan kebersamaan setelah menjalani hari yang panjang.

Dari keseharian di Laos, kami belajar bahwa perjalanan bukan hanya tentang tempat wisata atau foto-foto. Hal kecil seperti mencari makanan, mengatur uang, memahami bahasa yang berbeda, berobat saat sakit, dan menyesuaikan waktu ibadah menjadi pengalaman berharga. Laos mengajarkan kami untuk lebih sabar, mandiri, dan peka terhadap lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, perjalanan ini bukan hanya membawa kami ke tempat baru, tetapi juga mempertemukan kami dengan banyak pelajaran hidup. Kami pulang dengan membawa bukan hanya oleh-oleh, melainkan juga kenangan tentang kebersamaan, proses beradaptasi, dan rasa syukur atas setiap pengalaman yang telah dilalui.

Share this story

Yorumlar (0)

Henüz yorum yok. İlk yorumu siz yapın!

Support this Journey

0
Beğeniler

Give a heart to support Muhammad Haidar Firdaus Rusmanta in their educational journey!

Discover More

Check out other projects and milestones from this student.

Full Portfolio
Tanya Kolaborasi / Sponsorship
Tanya Asisten AI
Tanya IDN Traveller

Asisten AI • Online