Traffic
Online 0
Today 41
Yesterday 70
Total 5,150
Link copied to clipboard!
Student Milestone • Aug 03, 2026

Vietnam'26

Muhammad Fayaz Hendriyansyah
Network Engineering at IDN

Vietnam Day 1

Halo semuanya, perkenalkan nama saya Muhammad Fayaz Hendriyansyah. Hari ini adalah hari pertama saya di Vietnam, dan Vietnam menjadi negara pertama yang membuka perjalanan panjang saya selama 10 bulan ke depan.

Perjalanan dari Indonesia ke Vietnam memakan waktu sekitar 4–5 jam. Saya dan teman-teman tiba di Hanoi sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat. Begitu sampai, hal pertama yang kami lakukan adalah menuju bagian imigrasi untuk proses pemeriksaan dan konfirmasi bahwa kami datang sebagai wisatawan. Setelah semua proses selesai, kami langsung mengambil bagasi.

Selesai mengambil bagasi, kami menunggu travel yang akan mengantar ke penginapan. Perjalanan dari bandara ke penginapan memakan waktu sekitar 30 menit. Sedikit cerita, dalam program backpacker ini kami dibagi menjadi lima kelompok, dan saya tergabung di Kelompok 3. Awalnya penginapan dibagi berdasarkan kelas, tetapi karena kapasitasnya tidak mencukupi, akhirnya dibagi berdasarkan kelompok.

Sesampainya di penginapan, kami langsung istirahat. Jujur saja, badan rasanya sudah lumayan capek karena harus membawa carrier sekitar 15 kg sampai ke lantai lima, ditambah sempat salah masuk penginapan. Setelah istirahat sebentar, kami keluar untuk mulai mengeksplorasi sekitar penginapan. Tujuannya mencari SIM card, mengenali lingkungan sekitar, dan tentu saja mencoba beberapa makanan lokal.

Kesan pertama saya tentang Vietnam cukup unik. Kota ini terasa ramai, suara klakson terdengar hampir di mana-mana, dan polusinya juga cukup terasa. Saya sempat mencoba beberapa makanan seperti ayam, es krim, dan es tebu. Tantangan terbesar di hari pertama justru mencari makanan halal, karena pilihannya tidak terlalu banyak sehingga kami harus lebih teliti sebelum membeli makanan.

Sekitar pukul 18.00 kami kembali keluar untuk mencari SIM card. Menariknya, jam enam sore di Hanoi masih cukup terang, jadi jalanan masih dipenuhi orang dan kendaraan. Satu hal yang langsung saya sadari, cara orang Vietnam menyeberang jalan benar-benar bikin deg-degan karena mereka terlihat sangat santai di tengah lalu lintas yang padat.

Kami kembali ke penginapan sekitar pukul 20.00. Di perjalanan pulang, saya dan Abdul melihat penjual es tebu di pinggir jalan dan memutuskan untuk mencobanya. Kami membeli dua gelas dengan harga 20.000 dong, sekitar 13.000 rupiah. Rasanya ternyata enak dan cukup berbeda dari es tebu yang biasa saya minum di Indonesia. Setelah itu kami kembali ke penginapan, membersihkan diri, lalu beristirahat untuk hari berikutnya.

Vietnam Day 2

Hari kedua dimulai dengan suasana yang jauh lebih tenang karena kami sudah punya tempat tinggal yang tetap. Setelah istirahat dari perjalanan panjang sebelumnya, pagi harinya saya dan teman-teman mendapat tugas membantu Kelompok 1 dan Kelompok 2 memasak untuk seluruh peserta backpacker.

Setiap kali memasak, kami harus menyiapkan makanan untuk sekitar 30 orang dengan anggaran hanya 30.000 dong per orang. Menu hari itu cukup sederhana, yaitu toge dan tahu.

Sayangnya saya tidak sempat mencicipi masakan tersebut. Ketika proses memasak hampir selesai, saya harus pergi untuk mengambil uang. Di tengah perjalanan hujan turun sangat deras sehingga saya terjebak cukup lama. Saat akhirnya berhasil kembali ke penginapan kelompok 1 dan 2, makanannya sudah habis.

Setelah hujan mulai reda, saya berjalan lagi menuju penginapan mereka. Di perjalanan saya melihat pedagang buah keliling dan memutuskan membeli buah pir. Harganya sekitar 20.000 dong, sementara satu kilogramnya sekitar 30.000 dong.

Karena belum sempat makan siang, saya lanjut mencari makanan dan akhirnya menemukan Bánh mì gà xé phô mai. Isinya berupa suwiran ayam, keju, lalu dipanggang hingga kejunya meleleh. Rasanya benar-benar enak dan langsung masuk ke daftar makanan favorit saya selama di Vietnam.

Sore harinya kami keluar lagi untuk mencari makan malam. Saya memilih nasi goreng, dan saat sedang makan kami bertemu seorang warga Vietnam bernama Mr. Bi. Beliau sangat ramah dan bisa berbahasa Inggris dengan lancar karena sedang kuliah di Australia.

Kami mengobrol cukup lama. Dari beliau saya belajar beberapa frasa dasar bahasa Vietnam seperti Cảm ơn (terima kasih), Làm ơn (tolong), dan Bao nhiêu tiền? (berapa harganya?). Pertemuan singkat itu terasa sangat berkesan karena kami tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mendapat gambaran tentang kehidupan masyarakat Vietnam dari sudut pandang orang lokal.

Vietnam Day 3

Hari ketiga terasa lebih santai. Setelah bangun pagi, saya dan teman-teman menjalani aktivitas seperti biasa. Bedanya, kami mulai merasa lebih terbiasa dengan lingkungan sekitar. Kalau di hari pertama masih sering bingung, sekarang kami sudah lebih percaya diri saat berjalan-jalan maupun berkomunikasi dengan orang sekitar.

Sore harinya kami memutuskan mencari SIM card lokal. Internet menjadi kebutuhan penting karena kami sering menggunakan Google Maps, mencari informasi tempat, dan berkomunikasi dengan teman-teman yang sedang berada di lokasi berbeda.

Proses mencari SIM card ternyata cukup seru karena kami harus membandingkan beberapa paket internet. Sambil berjalan, kami juga menikmati suasana sore Hanoi yang mulai ramai oleh kendaraan, warga lokal, dan wisatawan.

Setelah berhasil mendapatkan SIM card, kami berniat kembali ke penginapan. Namun tiba-tiba hujan turun sangat deras. Karena tidak membawa payung maupun jas hujan, kami akhirnya berteduh di Domino’s Pizza.

Walaupun awalnya hanya numpang berteduh, suasana di dalam cukup nyaman. Kami duduk, mengobrol, bercanda, dan menikmati pemandangan hujan dari balik jendela. Momen sederhana seperti itu justru terasa menyenangkan.

Setelah hujan mulai reda, kami belum langsung pulang. Kami mampir ke sebuah kafe dan saya memesan Bo, yaitu smoothie alpukat khas Vietnam. Harganya sekitar 40.000 dong. Rasanya memang enak, teksturnya lembut, dan cukup segar, tetapi menurut saya porsinya tidak terlalu besar sehingga kurang sebanding dengan harganya.

Malam harinya kami kembali ke penginapan, mandi, salat, lalu beristirahat. Hari ketiga memang tidak terlalu padat, tetapi tetap menyenangkan karena dipenuhi momen-momen kecil yang berkesan.

Vietnam Day 4

Hari keempat dimulai sebelum subuh. Setelah salat Subuh, saya mengikuti halaqah pagi bersama teman-teman. Setelah itu kami bersiap untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar yang sudah dijadwalkan.

Hari ini menjadi hari pertama kami benar-benar merasakan suasana belajar di Vietnam. Kelas pertama adalah Bahasa Inggris, dan kami mendapat tugas membuat vlog menggunakan bahasa Inggris. Setiap kelompok mendapat tema berbeda, dan Kelompok 3 mendapatkan tema food review.

Kami harus mencari makanan khas Vietnam, membeli makanan tersebut, lalu memberikan ulasan tentang rasa, tekstur, harga, dan pengalaman saat mencobanya. Tugas ini cukup menantang karena kami harus berbicara langsung di depan kamera menggunakan bahasa Inggris.

Setelah itu kami mengikuti kelas IT dengan materi CCNP (Cisco Certified Network Professional). Materinya cukup menantang, tetapi saya sangat menikmati pembelajarannya karena memang tertarik di bidang jaringan komputer.

Selesai KBM, kami langsung mulai merekam vlog. Makanan pertama yang kami coba adalah Bánh mì. Sebelumnya saya pernah mencoba Bánh mì yang rasanya sangat enak, jadi ekspektasi saya cukup tinggi. Namun kali ini rasanya justru kurang sesuai dengan selera saya.

Makanan berikutnya adalah Popcorn Chicken, dan menurut saya ini jauh lebih enak. Ayamnya renyah, bumbunya gurih, dan cocok dengan selera saya.

Sebelum pulang, kami membeli Mixue sebagai penutup hari itu. Setelah berjalan cukup jauh sambil merekam video, minuman dingin benar-benar terasa menyegarkan.

Malam harinya kami kembali ke penginapan, mandi, salat, dan langsung beristirahat karena badan sudah cukup lelah.

Vietnam Day 5

Hari kelima dimulai seperti biasa, dengan salat Subuh dan halaqah pagi. Setelah itu kami mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Setelah KBM selesai, guru memberikan tugas yang cukup unik. Setiap kelompok diminta mencari dan memotret benda dengan warna tertentu. Kelompok 3 mendapatkan warna merah.

Menurut saya, warna merah adalah warna yang paling mudah ditemukan di Vietnam. Hampir di setiap sudut kota ada bendera Vietnam, papan toko, dekorasi, atau bangunan dengan dominasi warna merah.

Sambil mencari objek, kami juga menikmati suasana kota Hanoi yang ramai dan penuh aktivitas. Setelah tugas selesai, kami memutuskan pergi ke Danau Tây (West Lake), danau terbesar di Hanoi.

Suasana di sana sangat berbeda dengan pusat kota. Anginnya sejuk, pemandangannya tenang, dan banyak orang datang untuk berolahraga atau sekadar duduk menikmati sore. Kami menghabiskan cukup banyak waktu di sana sambil berjalan-jalan, mengobrol, dan mengambil foto bersama.

Menjelang malam kami kembali ke penginapan, makan malam, mandi, salat, lalu beristirahat. Hari ini terasa lebih santai, tetapi justru menjadi salah satu hari yang paling menenangkan selama di Hanoi.

Vietnam Day 6

Hari keenam dimulai sedikit lebih awal. Setelah salat Subuh dan halaqah, kami berangkat sekitar pukul 08.00 menuju lokasi sharing session bersama PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Hanoi.

Di sana kami bertemu Mas Rio dan Mas Adit. Sebelum acara dimulai, kami sempat mengobrol santai tentang kehidupan mahasiswa Indonesia di Vietnam, proses adaptasi, hingga alasan mereka memilih kuliah di Hanoi.

Saat sesi sharing berlangsung, mereka banyak bercerita tentang pengalaman kuliah di luar negeri, pentingnya kemampuan bahasa Inggris, serta bagaimana mempersiapkan diri jika ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Saya merasa sesi ini sangat membuka wawasan dan membuat saya semakin termotivasi untuk terus belajar.

Karena hari itu hari Jumat, setelah acara selesai kami langsung menuju Masjid Al-Noor, satu-satunya masjid yang cukup dikenal di Hanoi, untuk melaksanakan salat Jumat.

Suasananya sangat ramai dan dipenuhi jamaah dari berbagai negara. Kami juga sempat bertemu beberapa orang Indonesia yang sedang bekerja atau tinggal di Hanoi. Rasanya menyenangkan bisa bertemu sesama orang Indonesia di negara lain.

Setelah salat Jumat, kami berjalan-jalan di kawasan Old Quarter, salah satu kawasan paling terkenal di Hanoi. Jalanannya dipenuhi toko, kafe, restoran, dan wisatawan dari berbagai negara.

Menjelang sore kami kembali ke penginapan, mandi, makan malam, salat, lalu beristirahat.

Vietnam Day 7

Hari ketujuh dimulai seperti biasa. Setelah salat Subuh dan halaqah, kami mengikuti agenda sharing session bersama seorang warga Indonesia yang bekerja di Vietnam.

Beliau merupakan teman dari ibu salah satu teman saya. Dalam sesi tersebut beliau banyak bercerita tentang budaya kerja di Vietnam, kehidupan sehari-hari, peluang karier, dan pentingnya kemampuan bahasa Inggris.

Kami juga diberi kesempatan untuk bertanya tentang biaya hidup, tantangan bekerja di luar negeri, hingga cara mempersiapkan diri jika ingin berkarier secara internasional.

Setelah sesi sharing selesai, kami bermain mini soccer. Kami dibagi menjadi dua tim, dan tim saya menggunakan topi sebagai penanda.

Pertandingannya berlangsung seru. Walaupun hanya bermain untuk bersenang-senang, semua tetap berusaha memberikan permainan terbaik. Banyak tawa, sorakan, dan momen lucu selama pertandingan.

Setelah selesai bermain, kami beristirahat sejenak sebelum kembali ke penginapan untuk mandi, makan malam, salat, dan beristirahat.

Vietnam Day 8

Hari kedelapan adalah hari yang paling saya tunggu selama berada di Vietnam karena kami memiliki agenda city tour di Hanoi.

Pagi hari kami berangkat sekitar pukul 08.00 setelah salat Subuh, halaqah, dan sarapan.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Ba Đình Square, kawasan bersejarah tempat berdirinya Makam Ho Chi Minh. Melihat langsung tempat tersebut membuat saya semakin memahami betapa besarnya penghormatan masyarakat Vietnam terhadap Ho Chi Minh.

Setelah itu kami menuju Temple of Literature (Văn Miếu – Quốc Tử Giám), universitas pertama di Vietnam yang dibangun pada abad ke-11. Suasananya sangat tenang, penuh nilai sejarah, dan arsitekturnya benar-benar indah.

Siang harinya kami menuju Masjid Al-Noor untuk melaksanakan salat Zuhur, lalu melanjutkan perjalanan ke Old Quarter untuk mencari oleh-oleh dan mencoba berbagai makanan khas Vietnam.

Destinasi berikutnya adalah Train Street Hanoi, tempat yang sudah lama ingin saya lihat secara langsung. Kami tiba sekitar pukul 16.00 dan harus menunggu kereta yang lewat pukul 17.00.

Saat kereta akhirnya melintas dengan jarak yang sangat dekat, rasanya benar-benar menegangkan sekaligus luar biasa. Pengalaman itu sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Sore menjelang malam kami menuju Hoàn Kiếm Lake, salah satu ikon kota Hanoi. Danau ini memiliki suasana yang sangat indah, apalagi saat malam mulai turun.

Sekitar pukul 20.00 kawasan sekitar danau berubah menjadi pasar malam yang sangat ramai. Banyak sekali pedagang yang menjual pakaian, tas, sepatu, aksesori, suvenir, hingga berbagai makanan khas Vietnam.

Kami menghabiskan cukup banyak waktu berjalan menyusuri pasar malam sebelum akhirnya kembali ke penginapan menggunakan Green SM, layanan transportasi listrik yang cukup populer di Vietnam.

Hari kedelapan benar-benar menjadi hari yang paling berkesan selama di Vietnam. Dalam satu hari saya bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah, belajar tentang budaya Vietnam, melihat langsung kereta melintas di Train Street, menikmati suasana Hoàn Kiếm Lake pada malam hari, dan berbelanja di pasar malam Hanoi. Semua pengalaman itu menjadi kenangan yang rasanya akan selalu saya ingat.

Vietnam day 9 

Hari ke-9 terasa jauh lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pagi itu kami memulai aktivitas dengan melanjutkan artikel yang sudah kami kerjakan sejak beberapa hari lalu.
Semua pengalaman selama backpacking mulai kami susun menjadi tulisan yang lebih rapi dan mudah dipahami.
Kami saling berdiskusi, memperbaiki kalimat, dan memastikan setiap cerita tersampaikan dengan baik.
Ternyata proses menulis membutuhkan waktu yang cukup lama karena kami harus mengingat kembali setiap detail perjalanan.
Setelah artikel mulai selesai, kami langsung berpindah ke pekerjaan berikutnya, yaitu mengedit vlog.
Kami memilih footage satu per satu, menyusun urutan video, menambahkan musik, transisi, dan auto caption.
Proses editing cukup melelahkan, tetapi hasilnya mulai terlihat lebih menarik dari sebelumnya.
Hari ini kami benar-benar belajar bahwa membuat konten bukan hanya soal merekam video, tetapi juga soal konsistensi dan kesabaran.
Meskipun tidak banyak mengunjungi tempat baru, hari ke-9 tetap menjadi hari yang produktif dan penuh pembelajaran.

Vietnam day 10

Hari ke-10 menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama kami berada di Hanoi.
Kami mendapat kesempatan untuk mengikuti sharing session bersama KBRI Hanoi.
Rasanya sangat menyenangkan karena kami bisa datang langsung ke lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Di sana kami mendengarkan banyak cerita mengenai hubungan Indonesia dan Vietnam serta berbagai peluang kerja sama di masa depan.
Para narasumber membagikan pengalaman mereka bekerja di lingkungan internasional dengan cara yang sangat menarik.
Kami juga diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung mengenai dunia diplomasi, pendidikan, dan karier.
Banyak hal baru yang sebelumnya tidak pernah kami pikirkan menjadi lebih jelas setelah mengikuti sesi ini.
Suasana acaranya hangat, santai, dan membuat kami merasa sangat diterima sebagai pelajar Indonesia.
Setelah acara selesai, kami sempat mengabadikan beberapa momen bersama di area KBRI Hanoi.
Hari ini benar-benar membuka wawasan kami bahwa perjalanan bisa membawa kami pada pengalaman yang jauh lebih berharga daripada sekadar mengunjungi tempat wisata.

Vietnam day 11

Hari ke-11 dipenuhi dengan suasana yang sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Kami menghadiri event ITWA (Industry Technology World Asia) yang berfokus pada dunia teknologi dan industri.
Begitu memasuki area acara, kami langsung melihat banyak booth perusahaan, inovasi teknologi, dan berbagai produk terbaru.
Suasananya sangat ramai karena dihadiri oleh peserta dan pelaku industri dari berbagai negara.
Sebagai siswa TKJ, kami merasa sangat antusias karena bisa melihat perkembangan teknologi secara langsung.
Kami berkeliling dari satu booth ke booth lainnya untuk mencari informasi dan mencoba beberapa teknologi yang dipamerkan.
Selain melihat pameran, kami juga mendengarkan presentasi mengenai perkembangan industri teknologi di kawasan Asia.
Banyak insight baru yang kami dapatkan mengenai peluang karier, inovasi digital, dan masa depan teknologi.
Acara ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi.
Hari ke-11 menjadi penutup yang sangat berkesan karena kami tidak hanya menjelajahi kota Hanoi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang relevan dengan masa depan kami.

 

Share this story

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Support this Journey

0
Suka

Give a heart to support Muhammad Fayaz Hendriyansyah in their educational journey!

Discover More

Check out other projects and milestones from this student.

Full Portfolio
Tanya Kolaborasi / Sponsorship
Tanya Asisten AI
Tanya IDN Traveller

Asisten AI • Online