Hari kesembilan diawali dengan rutinitas pagi seperti biasa. Namun, ada tanggung jawab ekstra untuk saya hari ini karena saya mendapatkan piket masak bersama teman-teman. Menu masakan yang rencananya akan kami siapkan kali ini adalah telur.
Sebelum proses memasak dimulai, there was a bit of drama and conflict. Sempat terjadi perselisihan dan beda pendapat antara saya, teman-teman, dan guru pendamping kami. Penyebab utamanya adalah jadwal piket masak yang tiba-tiba diubah secara mendadak. Momen perselisihan ini sempat membuat suasana jadi agak tegang di awal hari, karena kami harus menyesuaikan ulang rencana dan pembagian tugas secara mendadak.
Setelah pembicaraan dan penyelesaian masalah selesai, kami langsung fokus menjalankan tugas piket. Saya dan teman-teman berangkat ke pasar lokal setempat untuk membeli bahan-bahan masakan, termasuk telur. Selama berada di pasar, kami menyusuri berbagai area pedagang dan sempat membeli jajanan pasar pasar seperti gemblong untuk kita nikmati.
Setelah selesai berbelanja di pasar, kami kembali untuk memasak dan menyiapkan hidangan telur tersebut untuk disajikan. After the cooking duty and breakfast were all done, sisa hari kesembilan berjalan dengan sangat tenang. Tidak ada kejadian khusus atau aktivitas besar lainnya yang terjadi sepanjang siang hingga malam hari.
Kami menggunakan waktu luang tersebut untuk sekadar beristirahat, memulihkan stamina, dan bersantai di penginapan setelah melewati hari-hari sebelumnya yang super padat. Hari kesembilan pun ditutup dengan suasana yang jauh lebih kondusif dan santai.