Traffic
Online 0
Today 44
Yesterday 55
Total 5,083
Link copied to clipboard!
Student Milestone • Aug 03, 2026

Why Vietnam

Muhammad Haidar Firdaus Rusmanta
Network Engineering at IDN

Pendahuluan

Perjalanan saya ke Vietnam menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan dalam mengikuti program internasional. Selama beberapa hari berada di Hanoi, saya mengunjungi berbagai tempat seperti Ba Dinh Square, Temple of Literature, Hoàn Kiếm Lake, Train Street, hingga Masjid Al Noor. Saya juga mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari sharing bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Vietnam, diskusi mengenai dunia kerja, hingga city tour yang memberikan banyak wawasan tentang sejarah dan budaya Vietnam. Selain itu, saya berkesempatan mencoba transportasi lokal, mencicipi makanan khas, serta berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai negara.


Salah satu kegiatan yang paling saya sukai adalah city tour karena saya dapat melihat perpaduan antara sejarah dan kehidupan modern di Hanoi. Di Ba Dinh Square saya mempelajari sejarah Ho Chi Minh dan perjuangan kemerdekaan Vietnam. Di Temple of Literature saya mengetahui sejarah universitas pertama di Vietnam serta perkembangan pendidikannya. Setelah itu kami mengunjungi Train Street yang terkenal karena jalur kereta apinya berada sangat dekat dengan rumah dan kafe. Menjelang malam, suasana Danau Hoan Kiem dipenuhi masyarakat dan wisatawan yang berjalan-jalan, berolahraga, serta menikmati keindahan kota.

Selama berada di Vietnam, saya merasakan bahwa suasananya sedikit mirip dengan Indonesia. Kotanya terasa nyaman, jalan-jalannya mulus, dan lingkungan tetap terlihat bersih meskipun terdapat tumpukan sampah di beberapa sudut jalan karena tampaknya diangkut setiap hari. Di sisi lain, saya juga menghadapi beberapa tantangan, seperti mencari makanan halal yang tidak selalu mudah, karena pilihan restoran halal cukup terbatas. Selain itu, tidak semua masyarakat lokal dapat berbahasa Inggris, sehingga saya sering mengandalkan bahasa tubuh maupun aplikasi penerjemah untuk berkomunikasi.

Dari perjalanan ini saya memperoleh banyak pelajaran berharga. Saya belajar lebih teliti dalam memilih makanan yang halal, mencoba memasak sendiri meskipun beberapa kali mengalami kegagalan, serta menyadari pentingnya kemampuan bahasa Inggris dasar ketika berada di luar negeri. Saya juga belajar untuk lebih mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menghargai perbedaan budaya maupun kebiasaan masyarakat setempat.

Bagi saya, Vietnam menjadi awal yang sangat baik dalam rangkaian perjalanan internasional yang masih akan berlanjut ke negara-negara lainnya. Pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan tentang negara lain, tetapi juga membentuk sikap yang lebih terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan baru di setiap tempat yang akan saya kunjungi.

 

Introduction

My trip to Vietnam was one of the most memorable experiences in my life. During my stay in Hanoi, I visited many famous places such as Ba Dinh Square, the Temple of Literature, Hoan Kiem Lake, Train Street, and Al Noor Mosque. I also joined several activities, including a sharing session with the Indonesian Students Association (PPI Vietnam), a discussion about careers, and a city tour that helped me learn more about Vietnamese history and culture. Besides that, I experienced using local transportation, trying local food, and meeting people from different countries.

One of my favorite activities was the city tour because I could see how history and modern life exist together in Hanoi. At Ba Dinh Square, I learned about the history of Ho Chi Minh and Vietnam's independence. At the Temple of Literature, I discovered the country's first national university and its educational heritage. Later, I visited Train Street, where houses and cafés stand very close to the railway, creating a unique atmosphere. In the evening, Hoan Kiem Lake was full of people relaxing, exercising, and enjoying the beautiful scenery, making it one of the most enjoyable places I visited.

Vietnam felt a little similar to Indonesia. The city was comfortable, the roads were smooth, and the environment was clean even though I sometimes saw piles of trash on the roadside. It seemed that the garbage was collected every day. However, I also faced some challenges. Finding halal food was not always easy, and only some local people could speak English. Because of that, I often used basic English, body language, and translation apps to communicate.

This journey taught me many valuable lessons. I learned how to identify halal food more carefully, how to cook simple meals even though I failed several times, and how important basic English is when traveling abroad. Most importantly, I learned to become more independent, adapt to a new environment, and respect different cultures and traditions.

Vietnam was only the beginning of my international journey. This experience gave me more confidence and motivation to explore other countries, learn new things, and continue improving myself throughout the rest of the program.

Share this story

Comments (0)

No comments yet. Be the first to comment!

Support this Journey

1
Likes

Give a heart to support Muhammad Haidar Firdaus Rusmanta in their educational journey!

Discover More

Check out other projects and milestones from this student.

Full Portfolio
Tanya Kolaborasi / Sponsorship
Tanya Asisten AI
Tanya IDN Traveller

Asisten AI • Online